Home » Konservasi » Rumput Vetiver Pencegah Erosi dengan Bioengineering

Rumput Vetiver Pencegah Erosi dengan Bioengineering

October 2012
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 352 other followers

Blog Stats

  • 21,983 hits

Penyebab Erosi

¢  Pada tanah-tanah berlereng, erosi menjadi persoalan yang serius, dimana kemiringan dan panjang lereng merupakan dua unsur yang berpengaruh terhadap aliran permukaan dan erosi. Kemiringan lereng berpengaruh terhadap kecepatan aliran permukaan, sehingga memperbesar daya perusakan oleh air. Jika kecepatan aliran meningkat dua kali, maka jumlah butir-butir tanah yang tersangkut menjadi 32 kali lipat (Arsjad, 1983). Dan bila panjang lereng menjadi dua kali lipat, maka umumnya erosi yang terjadi akan meningkat 1,5 kali (Nurhajati Hakim, 1986).

¢  Semakin besar jumlah hujan yang jatuh, maka semakin besar pula jumlah aliran permukaan yang terjadi, yang berarti daya penghanyutan partikel-partikel tanah yang terlepas dan daya gerus terhadap permukaan tanah semakin besar.

Contoh Erosi dan Longsor

Bioengineering

Permasalahan yang dihadapi dalam pengendalian erosi lereng, terutama di daerah yang memiliki curah hujan yang panjang dan tinggi sulit untuk dituntaskan dalam jangka panjang. Desain yang ada selama ini adalah dengan membangun kanal atau teras penahan material yang mengalir. Pada titik tertentu akan meluap atau mengalir ke sisi penahan yang rendah. Akibatnya adalah membuat aliran material baru.

Deskripsi Vetiver

Vetiver, yang di Indonesia dikenal sebagai akar wangi (Vetiveria zizanioides) atau usar (Vetiver nigritana), adalah sejenis rumput-rumputan berukuran besar yang memiliki banyak keistimewaan. Sedangkan dalam bahasa daerah dikenal dengan useur (Gayo), urek usa (Minang Kabau), hapias (Batak), narwasetu atau usar (Sunda), larasetu (Jawa), karabistu (Madura), nausina fuik (Roti), tahele (gorontalo), akadu (buol), sere ambong (Bugis), babuwamendi (Halmahera), garamakusu batawi (Ternate), baramakusu buta (Tidore)

Bibit Rumput Vetiver

Rumput vetiver dapat tumbuh di perukitan, dataran rendah, bahkan di daerah rawa atau pada tanah yang kondisinya buruk (bekas tambang), baik di daerah dengan curah hujan rendah, kurang dari 200 mm, mapun curah hujan tinggi lebih dari 3000 mm (Booth dan Adinata, 2004).

Bentuk Fisik Rumput Vetiver

Bentuk Rumput Vetiver

¢  Tanaman ini merupakan tanaman tahunan yang tumbuh tegak dengan tinggi 1.5 – 2.5 m .

¢  Sistem perakarannya dalam dan masif , mampu masuk sangat jauh kedalam tanah. Bahkan ada yang mampu menembus hingga kedalaman 5.2 meter.

¢  Bila ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat. Cara kerja akar ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tanah, dan pada saat yang sama menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya. Kondisi seperti ini dapat mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air sehingga vetiver dijuluki sebagai ”kolom hidup”.

¢  Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air dalam (0.6 – 0.8 m)

¢  Jika ditanam berdekatan, membentuk baris/pagar yang rapat. Hal tersebut akan mengurangi kecepatan aliran, mengalihkan menahan matrial sediment dengan tanpa merubah arus air dan dapat menjadi filter yang sangat efektif.

¢  Tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya

Syarat Tumbuh

¢  Toleran tumbuh di ketinggian 500 – 1500 m dpl, curah hujan 500 – 2.500 mm per tahun, suhu udara lingkungan 17 – 270C. Membutuhkan sinar matahari yang cukup dan lahan terbuka. Kondisi lahan terbaik adalah tanah berpasir atau derah aliran gunung berapi. Meskipun pada lahan yang ekstrim masih mampu tumbuh.

¢  Waktu penanaman dapat sepanjang tahun, namun yang terbaik pada awal musim hujan.

Cara Kerja Vetiver

Cara Kerja Rumput Vetiver

Keunggulan Vetiver

Biasanya Dibuat Seperti Pagar

¢  Tahan terhadap variasi cuaca, seperti : kekeringan panjang, banjir, genangan dan temperatur – 14º C sampai 55º C.

¢  Mempunyai daya adaptasi pertumbuhan yang sangat luas pada berbagai kondisi tanah, seperti pada tanah masam (mengandung mangan dan aluminium),pada tanah bersalinitas tinggi dan mengandung banyak natrium,pada tanah yang mengandung logam berat, seperti : Ar, Cd, Co, Cr, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn,tahan terhadap rentang pH tanah : 3 – 10.5

¢  Mampu menembus lapisan keras hingga kedalaman 15 cm. Dengan kemampuan tersebut, dapat bekerja sebagai paku tanah atau pasak yang hidup.

¢  VS sangat praktis, tidak mahal, mudah dipelihara, dan sangat efektif dalam mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan

Kelemahan Vetiver

¢  Karena pola pertumbuhan vetiver yang tegak lurus atau vertikal terhadap tanah, maka disarankan penanamannya dikombinasikan dengan jenis tanaman penutup tanah, seperti bahia, rumput pahit (carpet grass) atau jenis kacang-kacangan (legume). Sehingga tanaman penutup tanah tersebut dapat mengurangi percikan dan aliran permukaan terutama pada awal pertumbuhan vetiver.

¢  Pada bagian depan, terlihat rumput Bahia menutupi permukaan tanah, sebelum tunas vetiver tumbuhnya merapat dan daunnya rimbun

¢  Karena vetiver adalah tanaman hidup, sehingga tidak dapat langsung berfungsi dengan baik dalam menangani erosi permukaan. Tanaman ini masih memerlukan waktu atau suatu proses yaitu proses pertumbuhan.

Mudah-mudahan berguna bagi semua orang. Goodluck !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 352 other followers

%d bloggers like this: