Home » Travel and Journey » Second Mountain -Lawu-

Second Mountain -Lawu-

October 2012
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

Gunung kedua yang saya jelajahi adalah Gunung Lawu (3.265 m) bersama Muliyadi (Jurusan Sejarah UGM asal Jambi), Quadri dan Anca (Matematika Pasca UGM asal Makassar), Ka Fice (Administrasi Negara Pasca UGM asal Malang) selama 3 hari sejak tanggal 7 s/d 9 Juli 2012,  terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan dimulai pukul 16.00 dari Terminal Giwangan (motor dititip di tempat parkir selama 3 hari, bayar Rp. 7.000/3 hari), menggunakan bis yang paling terkenal yaitu Sumber Bencana, ehh salah Sumber Kencono, bayarnya cuman Rp. 7.000,00- (maklum berdiri sepanjang perjalanan, sebagai pemanasan) selama 2 jam menuju Kota Solo dan tiba sekitar pukul 18.0, dilanjutkan dengan bis yang penuh sesak (memuat sekita 100 orang), bernafas pun sangat sulit bayarnya Rp. 8.000,00-.Image

DIlanjutkan dengan omprengan yang di carter karena udah kemalaman nyampenya di Tawamangu sekitar jam 20.00, bayarnya Rp. 65.000. Tiba di Cemorokandang (titik awal pendakian atau POS 1) sekitar jam 21.00, dan tanpa piker panjang kami langsung shalat jamak-qasar magrib dan isya (maklum setengah ustadz).

ImagePOS 1

Sekitar jam 21.30, kami langsung melakukan pendakian, karena target malam itu harus tiba di Pos 2 untuk ngecamp. Lumayan perjalanan cukup melelahkan dan membutuhkan keringat yang cukup banyak (padahal dingin loh). Tiba di POS 2 sekitar jam  01.00, tanpa basa basi langsung mendirikan 2 tenda dengan suhu yang sangat dingin (mulut keluar asap, kaya film korea), dan langsung tepar dengan kondisi 4 orang (Quadri dan saya ukuran big size) dalam tenda besar dan ka fice di tenda yang kecil.

Keesokan paginya tepat jam 09.00 pagi, kami melanjutkan perjalanan tapi sebelumnya sarapan siang dulu (jamak pagi dan siang) dengan menu sayur asem dan nasi hangus dan taklupa pula semua personil harus menabung di dalam tanah dulu (boker).

Image

POS 2

Quadri adalah personil paling tangguh hari itu, kami tertinggal jauh loh, padahal dia yang bawa tas carrier 100 liter (karena lamanya kami tiba di POS 3, dia masih sempat tidur siang). Untuk mempersingkat waktu kami selalu mendaki lurus-lurus aja tanpa mengikuti jalur (tapi medannya Masya Allah). Tiba di POS 3 sekitar jam 13.00, disini kami agak lama karena shalat dan makan (menunya spagetih dan kopi luwak, mantapkan kaya bule aja) sambil bercengkarama dengan pendaki lain yang berasal dari Jakarta.

ImagePOS 3

Kami memulai perjalanan lagi sekitar jam 15.30 dan memakai jalur memotong lagi (lupa namanya) dengan kemiringan sekitar 50-70 derajat. Tapi seru juga lewat jalur ini, karena adrenalin lebih terpacu dan untuk pertama kalinya saya gemetar (hahaha).

Image

Tiba di POS 4 tepat matahari akan menyembunyikan dirinya di malam hari. Sumpah keren sekali pemandangannya (Subhanallah), langit berwarna emas dengan garis horizontal membelah cakrawala. Saya kira ini adalah POS terakhir, ternyata kami masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 jam untuk tiba di camp terakhir (Warung Mobe Yem). Anehkan !!! Ada warung di puncak gunung dengan fasilitas lumayan lengkap loh, tv, radio, listrik untuk charge HP, jual makanan dan minuman dan tentunya WC tanpa air (Hahahaha).

Image

POS 4

Tidur adalah hal ternikmat setelah bersusah payah ke puncak gunung. Tapi ternyata salah, saya hanya bisa tidur sebentar  karena kedinginan (kaki membeku dan badan mengigil). Tepat jam 05.00 subuh, kami langsung menuju puncak Hargo Dumilah untuk melihat sunrise. Tapi membutuhkan tenaga dan waktu menuju puncak terakhir, tapi semuanya terbayarkan dengan pemandangan yang begitu indah.

Image

Puncak Hargo Dumilah

Turun dari puncak tepat jam 10.00, kami melewati jalur Cemorosewu, jalur ini agak curam dibanding jalur Cemorokandang tapi udah ada tangga batu sampai POS 1. Saya dan Quadri saling berlomba tiba di bawah, meninggalkan teman yang lain. Dan Alhamdulillah di POS 1 menuju POS terakhir, kaki Quadri mengalami keseleo dan saya harus membawa tas carrier 100 liter sampai POS terakhir. Semua orang yang ketemu dengan saya, pasti bilang “Mas!! Hebat juga bawa tas sebesar itu”, padahal dalam hati saya “Saya ini, udah mau pingsan”. (wkwkwkwk).

Saya yang tiba lebih dahulu, lalu menyusul Quadri. Kami menuruni Gunung Lawu hanya dalam waktu 4 jam, dan harus menunggu Mul, Anca dan Ka Fice sampai jam 15.00. Setelah mereka dating, kami pulang kembali ke Kota Jogjakarta dengan pengalaman baru.

Image

Selanjutnya Gunung apalagi yah ???


3 Comments

  1. mujadhila says:

    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen…..

  2. ansarmath06unm says:

    saya ikut juga…hehehehe
    k’ ramdan yg di solo juga, mana postingannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: