Home » Travel and Journey » The First Experience

The First Experience

October 2012
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

1 Oktober 2011, adalah pengalaman pertama mendaki gunung. Kebiasaan buruk saya adalah sering ikut bertualang meskipun orang yang belum saya kenal (Hehehe), jadi saya mendaki Gunung Merapi bareng dengan anak pascasarjana ilmu komputer UGM dan saya satu-satunya yang mahasiswa yang bukan dari jurusan itu (hahaha). Perjalanan dari Kota Jogjakarta menggunakan motor sewaan (patungan ama awink-teman SMP ku-)

Ada pengalaman lucu sekaligus mendebarkan dengan motor itu (hahaha). Di tengah perjalanan, kami dihadang oleh kabut (Awink yang bawa motor). Kalo ketemu dengan jalan menanjak, tidak kelihatan sehingga tidak punya persiapan memainkan perseneling motor. Ternyata dapat tanjakan curam, awink pake perseneling 3, karena motor tidak kuat menanjak, Awink pindahkan ke 2 ternyata ga kuat juga, dipindahkan ke 1 dan saya lompat turun dari motor. Ternyata awink pindahkan ke 1 dengan posisi gas masih full, motor langsung standing. Karena paniknya Awink ga lepas gas, malah ditambah gasnya, jadi atraksi extreme Awink (padahal di sebelah kiri jurang loh).

Nyampe di kaki gunung sekitar jam 23.00, kami istirahat sebentar dan makan malam. Tepat jam 01.00 subuh, kami memulai pendakian malam hari (saya hanya bermodalkan senter dan semangat). Baru aja mulai, sudah dihadapkan dengan tanjakan curam dengan kemiringan 30-40 derajat, dan ternyata rutenya seperti itu sampai puncak, ga bonus track datar.

Image

Alhasil, saya berada yang paling belakang bersama 2 orang perempuan. (wkwkwkwk, artinya tenaga saya sama dengan perempuan). Kami jalan ikut naluri aja (ga tau yang mana jalur cepat atau lambat), asal jalan aja, yang penting tiba di puncak. Dan hebatnya kami adalah melewati jalur yang mengharuskan kami merangkak. (hahaha) karena ga tau jalan. Hufftttt….

ImageImage

Tiba di Pasar Bubrah sekitar jam 06.00 pagi, lumayan 5 jam pendakian. Kebiasaan pendaki itu, paling nikmat adalah makan mie plus minum kopi hitam panas, kata pak bonda : ”Maknyosssss”. Teman sependakian yang lain melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi yaitu Puncak Garuda, untuk melihat kawah yang baru terbentuk akibat letusan tahun 2010. Kalo saya ga ikut, soalnya ada perasaan takut juga dengan longsoran tanah dari puncak sih. Dalam hati saya “Saya ke Jogja untuk kuliah, bukan cari mati”. (hehehe). Kami hanya 4 jam di puncak, jam 10 pagi kami harus turun lag.

Ini yang parah, kami turun hanya bermodalkan semangat, sisa-sisa tenaga yang belum sempat tidur dan air cuman 2 botol untuk semua rombongan pendaki. Kayanya manajemen air minum tidak bagus nih (maklum pertama kali mendaki). Dan parahnya lagi saya masuk angin dan harus buang air besar. Dikarenakan ga ada air dan tempat yang kondusif untuk buang air, terpaksa nahan sampai pos di bawah. Dan saya harus beberapa kali jatuh akibat jalan menurun dan penuh pasir karena sisa-sisa letusan Gunung Merapi. Tiba di bawah sekitar jam 02.00, kami istirahat dan makan siang dan cari WC. (wkwkwkwkwk).

Image

Alhamdulillah tiba di kost dengan selamat sekitar jam 06.00 sore….

Ini ceritaku, mana ceritamu ???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: