Home » Travel and Journey » Dieng Trip

Dieng Trip

October 2012
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Seperti biasa, saya melakukan petualangan lagi atau dalam bahasa Makassarnya “Jokka-Jokka” bukan dengan teman angkatan MPSA UGM saya, melainkan dengan Pasca Sarjana Sipil Keairan UGM 2011. Prinsip saya “Banyak Teman, Banyak Rejeki”.

Kami menuju Dieng, menggunakan 2 mobil sewaan. Sebelum ke Dieng, kami menyempatkan hadir di acara nikahan salah satu adik keairan 2011 yaitu “Ka Ida” di Wonosobo, sekitar sejam lagi sampai di Dieng, selain itu bersilaturahim karena beliau akan berngkat ke Jepang  melanjutkan studi.Image

Jadi kami berangkat ke Dieng sekitar jam 14.00. Ternyata medan jalan begitu berat penuh dengan tanjakan, tapi dipenuhi dengan pemandangan yang menakjubkan. Kanan kiri disuguhi bukit-bukit terjal dengan perkampungan penduduk serta perkebunan dengan teknik konservasi teras bertingkat, karena kontur tanah yang begitu terjal.

Tiba di Dieng sekitar jam 15.00 dan langsung menuju ke kompleks Candi Dieng yang berjumlah delapan buah yaitu Candi Arjuna, candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa,Candi Sembadra, Candi Bima, Candi Dwarawati,Candi  Gatotkaca.

Image

Image

Disini kami hanya bernarsis-narsis ria dengan juru jepret “Arif”. Kayanya di Kompleks Candi Dieng, mantap juga untuk foto Pra Weddin. (hehehehe). Berhubung waktu sudah sore, kami hanya berkeliling-keliling Kompleks Candi Dieng tanpa terlalu menikmati suasana disana dan menikmati dinginnya suhu udara. Ehhh lupa, biaya masuknya Rp. 10.000,00-/orang.

Image

Setelah dari Kompleks Candi  Dieng, kami menuju Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Biaya masuknya Rp. 5.000/orang. DIkarenakan musim kemarau yang berkepanjangan, kondisi air telaga warna menjadi surut. Disini juga menyajikan pemandangan yang begitu indah. Kami menyempatkan keliling kawasan Telaga Warna dan banyak menemukan gua-gua batu. Karena waktu menjelang magrib, kami tidak bisa berlama-lama menikmatinya, karena jadwal tutup Kawasan Telaga Warna hanya sampai jam 18.00.

Dan kami langsung pulang menuju Yogyakarta tercinta dengan kecepatn 120 km/jam. Wusshhhhh…

Dan sekarang tambah yakin, tidak ada yang bisa mengalahkan Indonesia dalam hal keindahan dan panorama alamnya.

Terima kasih untuk Anak-anak Pasca Sarjana Sipil Keairan UGM 2011 sudah mengajak saya , lain kali ajak lagi yah … Goodluck !!!


2 Comments

  1. ida says:

    wah, cerita ini masuk “surat kabar” ternyata😀
    like thiss..!! mampir lagi ke wonosobo ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: