Home » Travel and Journey » Gunung Api Purba, Gunung Kidul

Gunung Api Purba, Gunung Kidul

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

Image

18 November 2012 pastinya saya jalan lagi. Kali ini mendaki Gunung Api Purba di Gunung Kidul. Perjalanan di mulai dengan motor pada jam 02.30 bersama anak pascasarjana ilmu komputer UGM yaitu awink, adi, zein, hamid, fikri. Ngumpulnya di kost adi di condong catur. Perjalanan selama 1 jam lebih sampai di kaki Gunung Purba.Tiba disana bertepatann dengan shalat subuh, agar lebih barokah pendakian, makanya shalat dulu di pendopoh.

Jalur pendakian memang cuman pendek, karena hanya berada di 700 mdpl akan tetapi jalanan lumayan licin karena jalan berupa becek dan bebatuan yang berlumut. Dan seperti biasa, kalo tidak ada cewe yang ikut, saya selalu berada diurutan terakhir, apalagi jalan dalam kegelapan seperti itu.

Kami naik ke puncak yang berbeda dengan biasanya dan jalurnya lumayan mengerikan. Tetapi berkat bantuan ciptaan Allah yaitu kaki, perjalanan lebih nyaman dibandingkan menggunakan ciptaan manusia yaitu sandal gunung (dilarang sebut merek). Dan ada lagi ciptaan Tuhan yang paling berguna yaitu bokong alias pantat, karena dengan ngesot di tanah, akhirnya bisa sampai di puncak, meskipun dengan kaki gemetar dan jantung “dumba-dumba geletere” (bahasa Makassar).

Kami berangkat subuh agar dapat sunrise, tapi kata adi “jarang orang yang bisa dapat sunrise di puncak Gunung Api Purba”. Dia saja dari 7 kali mendaki ke situ, hanya dapat sekali, bisa lihat sunrise. Karena sering tertutup oleh kabut dan mendung.

Image

Karena masih jarang yang naik ke puncak batu ini, kami menamakan puncak DM (hanya adi,zein dan awink yang ngerti), nama puncaknya sama sih dengan plat nomor kendaraan Gorontalo (hahaha).

Image

Seperti biasa kalo di puncak, paling nikmat sarapan dengan cemilan ala kadarnya yaitu roti+air mineral+biscuit. Dan tidak kalah penting dalam bertualang adalah jeprat-jepret (bukti untuk anak cucu kalo udah pernah kesana). Pemandangan lumayan indah dari puncak, bisa melihat Gunung Merapi, Tower pemancar aneka stasiun televisi, kabut yang menyelimuti bukit, hamparan sawah, pemukiman desa dan batuan karst yang menjulang tinggi.

Image

Image

Image

Jam 06.30, kami udah siap turun ke bawah, Tapi sebelum turun, saya harus memberi tanda di puncak ini dengan buang air kecil (wkwkwkwk) (kaya anjing aja). Kalo ada yang kena di bawah berarti dia kena berkahku. (hihihihi)

Ternyata turun lebih susah daripada naiknya disebabkan jalur sangat licin dan berlumut. Jatuh beberapa kali adalah hal yang wajar bagiku. Meskipun begitu bisa selamat dan sehat walafiat  sampai di bawah, dengan pakaian berlumuran becek (sekalian luluran) dan keringat bercucuran (10000 kalori terbakar lagi).

Memang hari itu penuh berkah, dapat pengalaman baru dan juga ditraktir sama hamid (calon ketua BPK Samarinda) makan Soto Kudus di Condong Catur. Lumayan dengan tubuh yang letih dan kurang tidur, kami bisa mengisi tangki sampi penuh (Gorengan 2 buah, Perkedel 1 buah, Sate Kerang 1 tusuk, Soto Kudus 1 mangkuk). Alhamdulillah ..

Lumayanlah dalam waktu beberapa jam dapat pengalaman baru, teman baru dan lokasi baru untuk betualang. Semakin aku mencintaimu BUMI KHATULISTIWA  …

Thanks you masbro atas silaturahimnya ….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: