Home » Konservasi » Peringatan Dini Bencana Banjir

Peringatan Dini Bencana Banjir

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

Memasuki musim hujan seperti ini menyebabkan kejadian banjir sering terjadi di mana-mana. Hal ini menyebabkan kerugian yang cukup besar baik berupa harta dan bahkan korban jiwa. Maka diperlukan tindakan pencegahan yang lebih awal, sebelum terjadinya bencana banjir agar kerugian dapat diminimalisir. Tindakan ini berupa Peringatan dini bencana banjir dapat dilakukan secara berurutan mulai dari hulu hingga hilir. Seperti yang terjadi di Besuki, Jawa Timur, banjir dimulai dari daerah tangkapan air < 5000 ha dan secara berturut-turut membanjiri daerah-daerah d hilirnya. Apabila sejak dari hulu sudah ada peringatan maka daerah hilir akan lebih siap menghadapi sehingga kerugian dapat dikurangi.

Pada daerah hulu peringatan dni dapat dilakukan dengan cara :

  1. Menempatkan pengukur hujan di hulu serta menyiapkan akses komunikasi ke wilayah di hilirnya, seperti kentongan. Apabila dalam sehari besarnya curah hujan sudah mencapai 100 mm dan masih terlihat hujan turun cukup lama dan mungkin deras (terutama malam hari) maka masyarakat sekitar daerah rawan banjir harus sudah siap mengungsi atau pindah ke tempat yang lebih tinggi. Informasi ini harus dikirimkan ke daerah rawan kebanjiran di hilirnya.
  2. Identifikasi jenis material yang terbawa banjir. Jika banyak material non tanah terangkut aliran maka cenderung akan terjadi banjir besar.  Banyaknya material non tanah (ranting dan batang pohon) yang tersangkut dapat menunjukkan besarnya kekuatan air yang mengangkutnya, Dengan demikian bila material yang terangkut tersebut banyak, maka volume air yang membawanya juga banyak sehingga dapat diprediksi akan adanya banjir besar.
  3. Melihat dan mengamati kondisi awan dan lamanya hujan. Bila terlihat awan yang sangat tebal dan hujan yang terus–menerus, teruatama jika beberapa hari terjadi hujan berurutan, maka bencana banjir akan lebih besar sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Diinstruksikan agar lebih wasapada dan bersiap untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Peringatan dini di hulu tersebut secara berurutan dan diteruskan ke hilir secara sistematis. Di daerah yang lebih hilir, peringatan dini dapat lebih disempurnakan dengan tambahan sesuai perkembangan teknologi setempat antara lain :

  1. Penggunaan sistem telemetri (pengamatan jarak jauh dan tepat waktu) untuk mamantau perubahan muka air sungai secara real time. Alat pengamatan aliran secara berurutan di pasang di sungai secara sistematis dan berurutan sesuai pola sungai dari hulu sapai hilir. Peralatan lapangan tersebut terhubung langsung via satelit dengan stasiun monitoring banjir di kantor. Dengan demikian kejadian yang terjadi di lapangan pada waktu yang bersamaan dapat langsung diketahui stasiun pengendali (kantor) untuk kemudian diinformasikan ke bagian hilir yang rawan kebanjiran.
  2. Komunikasi via telepon (radio komunikasi). Petugas-petugas pengamat di lapangan dengan   segera menginformasikan kejadian di lapangan radio komunikasi maupun telepon kepada posko-posko banjir yang sudah ditunjuk.
  3. Akses telepon atau SMS setiap warga ke posko pengendalian banjir secara baik dan lancar.

Sumber : Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor (Paimin, Sukresno, Irfan Budi Pramono)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: