Home » Materi Kuliah (Campuran) » Berbagi Inspirasi Untuk Anak SD Mutihan Yogyakarta

Berbagi Inspirasi Untuk Anak SD Mutihan Yogyakarta

May 2014
M T W T F S S
« Oct   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,622 other followers

Blog Stats

  • 48,258 hits

Menjadi inspirator bagi anak-anak SD Mutihan memang pengalaman yang begitu berharga dan tidak akan terlupakan. Krisis kepercayaan diri dan minimnya panutan bagi anak SD Mutihan, membuat mereka takut bermimpi untuk meraih cita-cita yang variatif. Ketika saya bertanya “ Ayo apa cita-cita kalian !”, mereka menjawab dengan polosnya, “saya ingin jadi guru, saya ingin jadi pemain bola, saya ingin jadi pembalap, dll”, cita-cita mereka hanya itu-itu saja, bahkan ada anak yang tak mempunyai cita-cita atau takut bercita-cita. Saya teringat waktu kecil, ketika ditanya oleh ayah saya, “Nak apa cita-citamu” dan saya pun menjawab dengan semangat, “Saya ingin jadi insinyur dan dosen seperiti ayah”. Alhamdulillah 20 tahun kemudian, semuanya terbukti. Saya ingin menanamkan dalam pikiran mereka, “anak-anak , ini loh buktinya, yang berdiri di depan kalian terbukti sekarang menjadi dosen dan insinyur, tentunya dengan perjuangan yang kerja keras dan buah dari mimpi “.
24 April 2014 itu memang hari yang menegangkan tapi hari yang saya tunggu. Saya terbiasa mengajar masyarakat desa karena pernah menjadi fasilitator PNPM Mandiri dan lebih terbiasa lagi mengajar mahasiswa karena itu pekerjaan saya. Tetapi mengajar anak SD Mutihan merupakan hal yang luar biasa, menghadapi mahasiswa dan masyarakat desa lebih mudah dibandingkan mengajar anak-anak SD. Amazing !!!! Apalagi membuat mereka mengerti dengan profesi yang mungkin masih jarang mereka lihat, karena kebanyakan profesi yang mereka ketahui adalah guru, petani, dokter, atlit, pemain bola atau profesi yang berada di lingkungan mereka sehari-hari. Menjelaskan kepada mereka tentang dosen mungkin agak mudah, karena bisa dianalogikan dengan guru, tetapi menjelaskan dosen bidang teknik sipil itu yang sulit. Karena dalam pikiran banyak orang, teknik sipil itu berkaitan dengan Pegawai Negeri Sipil. Hehehe … Apalagi anak SD, meskipun saya sudah memperlihatkan gambar bangunan, rumah, jembatan, dalam pikiran mereka teknik sipil, “tukang batu/kayu yah pak”, celoteh mereka. Haha …
Seni berbicara dan bermain animasi di power point plus video pembangunan Jembatan Suramadu dan gedung tertinggi di dunia, Burj Dubai, alhamdulillah membuat mata mereka terbuka, “ooooo itu yah profesi dosen teknik sipil”, “ooo dosen teknik sipil yah yang mengajar mahasiswa untuk membuat jembatan, gedung, rumah” dan bahkan hampir semua siswa berkata, “saya mau jadi dosen pak seperti pak oli”. Tetapi kesulitan mengajar anak SD adalah membuat mereka fokus ke pembicaraan kami membutuhkan trik-trik khusus alias ice breaker. Membuat mereka bermain dengan yel-yel dan menari dengan video Boneka Tomy adalah strategi jitu untuk membuat mereka fokus.
Memang sih mengajar anak SD cukup suli, meskipun hanya 3 kelas yaitu kelas 2, 4 dan 5, menguras tenaga dan kesabaran. Tetapi perjuangan itu terobati dengan melihat tawa dan senyum mereka. Apalagi ketika melihat mereka semakin bersemangat dengan cita-cita mereka dan menjadikan kami sebagai contoh mereka, menjadikan kebanggan tersendiri di dalam hati.

Mengejar cita-cita memang sulit, karena pasti banyak kerikil-kerikil tajam yang menghadang. Tapi mumpung bermimpi itu gratis, jadi bercita-citalah setinggi mungkin, karena yang terjadi esok hari karena mimpi di masa lalu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: